Tampilkan postingan dengan label Facebook. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Facebook. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Juli 2016

Ini Biang Malware yang Sebabkan Akun Facebook Posting Video Porno

Ramai 'masyarakat' Facebook mengeluh gara-gara akun Facebook mereka mendadak memposting maupun berbagai konten porno. Sebagian dari mereka ada yang khawatir manakala hal itu sebuah bentuk peretasan. Merdeka.com beberapa waktu yang lalu sudah membahas secara komprehensif tips dan trik cara menanggulangi hal itu. Namun, yang perlu diketahui juga adalah malware apa yang mendadak muncul itu?

Menurut Dony Koesmandarin, Territory Channel Manager, Kaspersky SEA - Indonesia, mengatakan bahwa akhir-akhir ini pengguna Facebook di Indonesia memang sedang didera malware. Bahkan berdasarkan catatan dari Kaspersky Security Network (KSN), malware jenis Trojan.JS.FBook.bk ini menjadi malware nomor wahid yang menyerang web di Indonesia khusus untuk Facebook. "Jumlah pengguna Facebook yang sudah terkena malware ini diduga sekitar 15236 pada kuartal kedua tahun ini. Itu berdasarkan data dari KSN," katanya kepada Merdeka.com di Jakarta, Selasa (11/8).

Dia juga mengatakan bahwa biasanya selain memposting atau berbagi konten porno, jenis malware yang bersemayam di web Facebook biasanya akan mengajak pengguna untuk bermain game. "Nah, selain share video juga game di Facebook itu. Jadi modelnya seperti mengajak bermain game tersebut," katanya.Dony pun memberikan saran kepada para pengguna agar jangan terjebak dengan keingintahuan apa yang ditawarkan tidak jelas di media sosial tersebut. "Orang kita kan kadang keingintahuannya begitu. Ada link di dalam tulisan itu 'Jangan dibuka', eh malah dibuka. Kena deh malware. Makanya, harus berhati-hati," tuturnya.

Senin, 06 Juni 2016

Potret Pendidikan Saat ini, Ketika Murid Tak Hormati Guru

Pendidikan bertujuan memanusiakan manusia. Pendidikan lazimnya memberikan implikasi terhadap karakter siswa menjadi lebih baik, santun dan terdidik. Namun berbeda dengan sikap siswi dalam gambar yang beredar di Facebook. Guru yang bertugas mendidik, mengajar dan mengayomi nampak tak diseganinya. Dengan seragam baju putih dipadu rok biru sependek lutut siswa itu menembakkan dasi kepada gurunya.
Dia juga nampak mengancam gurunya dengan tangan terkepal. Tidak hanya itu, siswi berseragam SMP ini juga memunggungi gurunya seraya memberikan bokong. Salah satu akun facebook Felicia Sihotang menulis di dindingnya. Felicia mengecam perbuatan siswi yang tidak santun pada gurunya.


"Kalau dulu jaman saya sekolah paling takut sama guru lho, setiap ketemu slalu segan menyapa siang pak, pagi bu. Aduuhhh kalau zaman sekarang yang serba gadget, kalau ada murid yang seperti ini, speechless and no comment deh. Sebagai guru sudah mengajar, mendidik, tapi dilecehkan murid seperti gambar ini, ampun deh dunia pendidikan kita." Sementara akun Forum Merah Putih menilai sikap siswi itu sangat tidak bermoral. "Murid tidak bermoral, inilah efek kalau pelajaran pendidikan moral di sekolah dihilangkan. Yang merasakan efeknya adalah guru yang mengajar murid-murid seperti ini bukan pemerintah atau Kementerian Pendidikan. Kira-kira hukuman apa yang wajar diberikan untuk murid spt ini? Adakah yang teriak HAM membela sang guru yang dilecehkan muridnya ini?." "Contoh seorang murid enggak bagus banget enggak punya sopan santun," tulis akun Aling Rita.

Kamis, 26 Mei 2016

6 Langkah Mengamankan Akun Facebook

Penipuan lewat Facebook merajalela. Meski Facebook juga melakukan blokir, pengguna perlu mengamankan akun mereka. Simak cara-caranya berikut ini. Perlu Anda sadari bahwa program antivirus tidak dapat mendeteksi scam karena scam bukanlah virus. Anda sebagai pengguna internet harus selalu waspada terhadap penipuan-penipuan seperti ini. Jika akun Facebook Anda dikuasai oleh scammer dan digunakan untuk menyebarkan link scam, tentunya Anda secara tidak langsung turut berperan menjadikan teman-teman kontak Facebook Anda menjadi korban pencurian akun Facebook. Vaksincom menyarankan Anda memperhatikan beberapa hal di bawah ini untuk terhindar dari scam dan ancaman pencurian/penyalahgunaan akun Facebook atau akun penting lainnya.


1. Aktifkan secure browsing/https untuk semua akun Anda, baik Facebook, Yahoo mail, atau Gmail.

Mengaktifkan https akan mengenkripsi semua data yang dikirimkan antara browser Anda dan server penyedia layanan, seperti Facebook, Yahoo mail, atau Gmail, sehingga akan sangat menyulitkan kriminalis untuk menguping lalu lintas data dan kredensial Anda.

Pada menu Facebook, secure browsing dapat diaktifkan dengan cara klik panah ke bawah di sebelah kanan menu [Home], pilih [Account Settings] dari dropdown box untuk memunculkan menu [Account Settings] lalu klik [Security] pada menu di sebelah kiri untuk memunculkan menu [Security Settings].

Klik [Edit] pada menu [Secure Browsing] dan centang/tick kotak pilihan [Browse Facebook on a secure connection (https) when possible] dan klik [Save Changes] (Lihat Gambar 1).

2. Gunakan password yang baik, jangan password yang mudah ditebak. Kalau bisa gunakan kombinasi huruf besar/kecil, angka/huruf dan tanda baca.

3. Jangan menggunakan password yang sama untuk beberapa akun Anda. Jika satu akun tercuri akan menyebabkan akun lain ikut tercuri.

4. Jika Anda memiliki banyak kredensial untuk diingat, gunakan program pengingat password yang akan menyimpan dan mengekripsi semua kredensial Anda dan Anda hanya perlu mengingat satu password untuk mengakses semua password Anda dari komputer Anda.

5. Gunakan program antivirus yang ter-update untuk mendeteksi trojan/keylogger yang berpotensi mencuri kredensial Anda.

Akan lebih baik lagi jika program antivirus Anda memiliki kemampuan web protection yang akan mendeteksi web site phishing/scam dan download trojan lalu mencegah Anda mengeksekusi web atau file tersebut.

6. Jangan jalankan tautan yang tidak Anda ketahui keamanannya dari browser yang sedang Anda gunakan untuk membuka Facebook karena cookie yang digunakan untuk membuka akun FB pada browser Anda juga akan digunakan untuk membuka tautan yang Anda klik.

Jika hal ini terjadi, tautan tersebut akan dibuka memanfaatkan kredensial Anda yang tersimpan di cookie browser yang digunakan untuk membuka link Facebook tersebut.

(*Alfons Tanujaya adalah analis antivirus dan keamanan sistem komputer di Vaksincom)

Pengguna Facebook Banyak Tak Sadar Kena "Hack", Begini Cara Mengeceknya

Sering kali, pengguna Facebook tidak sadar apabila akun miliknya sedang diretas. Ada sebuah cara untuk mengetahui apakah sebuah akun telah diretas atau belum.  Caranya sangat mudah dan sederhana. Anda hanya perlu masuk ke bagian Settings atau Pengaturan, kemudian pilih Security atau Keamanan. Pilihan menu Security terletak di bagian kiri layar, tepat di bawah General/Umum atau di atas
Privacy/Privasi. Di menu Security, pilih menu Where You're Logged In atau Tempat Anda Masuk. Dalam menu tersebut, bisa dilihat melalui perangkat apa dan di mana saja akun milik Anda telah diakses. Nah, apabila ada sebuah aktivitas yang mencurigakan, langsung saja tekan tombol End All Activity atau Akhiri Semua Aktivitas. Menggunakan tombol tersebut, si peretas akan langsung log-out dari akun milik Anda. Langkah selanjutnya adalah dengan mengganti password atau kata sandi untuk mencegah peretas masuk kembali ke akun milik Anda.


Facebook Menu Facebook Security
Selain itu, Anda juga bisa meminta sistem Facebook untuk memberikan peringatan setiap kali ada login ke akun di perangkat atau browser baru. Notifikasi tersebut bakal diberikan di tiga tempat sekaligus, yakni melalui Facebook itu sendiri, e-mail, atau pesan SMS ke nomor yang sudah didaftarkan pengguna. Cara menggunakan fitur tersebut juga cukup mudah. Masih melalui menu Security, langsung pilih saja menu Login Alerts atau Peringatan Masuk. Dalam menu tersebut, pengguna bisa mengatur sendiri ke mana notifikasi akan diberikan. Jika memilih mengirim notifikasi lewat e-mail, setiap ada login baru, Facebook akan mengirimkan notifikasi ke alamat yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Selamat mencoba!

Sabtu, 07 Mei 2016

Awas, ini Bahaya Keseringan 'Komen' di Sosial Media !

Entah itu Facebook, YouTube, atau Instagram, berbalas komentar di sosial media (sosmed) sudah menjadi rutinitas sehari-hari bagi banyak orang. Semakin menarik dan kontroversial topiknya, makin gencar komentar yang masuk ke sebuah postingan. Tapi, tahu kah Anda bila keseringan memposting komentar memiliki efek negatif? Berdasarkan penelitian University of Southern California, semakin lama waktu yang dihabiskan seseorang membuat komentar online, semakin rendah kualitas komentar yang ada. Bahkan, ilmuwan menyebutnya sebagai komentar-komentar bodoh. Kesimpulan ini didapat setelah dilakukan penelitian terhadap 40 juta komentar di jejaring sosial Reddit. Peneliti menemukan bila pengguna Reddit yang menghabiskan waktu lebih dari satu jam berbalas komentar, opini mereka jadi tidak berkesan dan sedikit mendapat upvote atau jawaban.

"Saat waktu habiskan semakin panjang, bahasa tulisan yang Anda gunakan akan makin sederhana. Konten dari komentar menjadi tidak menarik," ujar Emilio Ferrara. Untuk saat ini peneliti University of Southern California memang masih fokus pada Reddit, namun di masa depan mereka berencana menganalisa komentar di Facebook dan Twitter guna mengungkap hal-hal lain seputar 'komen' di sosial media.

Rabu, 06 April 2016

Facebook bakal perkenalkan fitur broadcast video ke Indonesia

Facebook baru saja meluncurkan fitur terbaru mereka, yakni Facebook Live Video. Fitur ini sederhananya, mengizinkan pengguna mereka untuk membroadcast video mereka secara real time, yang dapat ditonton oleh teman, kerabat, atau orang yang diundang secara khusus. Hal itu diungkapkan oleh VP Product Management Facebook, Will Cathcart. "Para pengguna Facebook bisa untuk membroadcast video mereka secara real time dan dapat ditonton oleh kerabat, teman, dan orang lain yang diundang secara khusus oleh para pengguna,"
jelasnya kepada media secara online di Jakarta, Kamis (7/4). Sebetulnya, fitur ini sudah tersedia untuk para public figure dan untuk akun yang sudah terverifikasi melalui aplikasi Facebook Mention. Namun, fitur yang kali ini disediakan oleh Facebook dapat digunakan oleh seluruh pengguna Facebook.
"Memang sekilas mirip dengan Facebook Mention. Namun, fitur ini dapat digunakan oleh seluruh pengguna Facebook," katanya. Ditambah lagi, fitur ini bisa berjalan di aplikasi yang tersedia di perangkat Android dan iOS. Jadi, para pengguna tidak harus menyiapkan perangkat lain untuk melakukan live broadcat videonya.
Namun, untuk sementara ini memang fitur ini masih tersedia hanya di Amerika saja. Namun Facebook berjanji akan meluncurkan fitur ini ke lebih dari 50 negara lainnya dalam jangka waktu satu minggu kedepan.

Jumat, 25 Maret 2016

Facebook Kini Bisa Kenali Profil Palsu

Facebook membuat sebuah tool yang bisa mengenali profil palsu. Alat tersebut sudah mulai diuji sejak November tahun lalu dan sudah dipasang di 75 persen akun milik pengguna. Facebook mengembangkan alat itu dengan tujuan memerangi aktivitas berbau pencemaran nama baik atau bullying di dalam platform jejaring sosial miliknya. Cara kerjanya, seperti dilansir KompasTekno dari The Verge, Jumat (25/3/2016), tool itu pertama-tama akan memindai akun-akun palsu dan mencari tahu foto siapa yang digunakan untuk membuat akun tersebut. Pemilik akun asli akan mendapatkan notifikasi bahwa nama serta foto mereka telah dipalsukan dan dipakai membuat akun baru.

Selanjutnya tinggal bubuhkan bendera pada akun palsu yang ditemukan. Khusus akun bertanda bendera ini, Facebook akan mengkajinya secara manual sebelum memutuskan langkah berikut. Selain alat pemburu profil palsu tersebut, Facebook juga sedang menguji cara lain yang bisa mengantisipasi tindak bullying atau upaya pencemaran nama baik. Cara yang dimaksud antara lain adalah member pilihan bagi pengguna untuk membubuhkan bendera pada foto yang dinilai menyinggung. Media sosial buatan Mark Zuckerberg itu juga selalu mengingatkan pengguna untuk memeriksa pengaturan foto milik mereka. Misalnya soal siapa saja yang boleh dan tidak boleh melihat foto tersebut.

Sumber: kompas.com