Tampilkan postingan dengan label Internet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internet. Tampilkan semua postingan
Jumat, 29 Juli 2016
Sabtu, 02 Juli 2016
Ini 10 Grup Hacker Paling Kondang Di Awal Tahun 2016
Berbicara soal grup hacker, mungkin yang pertama terlintas di pikiran kita adalah 'Anonymous' selaku grup hacker terbesar di dunia. Akan tetapi, jumlah anggota ternyata tidak berpengaruh terhadap pamor si grup Hal ini dibuktikan oleh data riset lembaga keamanan siber SurfWatch Labs. Setelah melakukan riset selama 6 bulan, SurfWatch Labs akhirnya merilis informasi soal grup hacker yang paling banyak diperbincangkan selama awal 2016. Mayoritas grup-grup hacker ini bisa terkenal akibat aksi-aksi ilegal mereka, mulai dari penyadapan sampai pencurian data penting sekaligus rahasia sebuah domain. SurfWatch Labs menambahkan bila pada semester pertama 2016, setidaknya ada 300 serangan grup hacker yang terdata. Target mereka beraneka macam, namun 7 hal ini jadi yang terfavorit.
- Website pemerintah
- Software
- Informasi grup teknologi
- Publikasi konsumen
- Sektor militer
- Universitas
- Media
- Group 27
- Scarlet Mimic
- Poseidon APT Group
- Firas Dardar
- Pawn Storm
- APT28
- United Kingdom Government Communications Headquarters
- Suckfly
- Poseidon
- Gaza Hackers Team
Sabtu, 28 Mei 2016
SEMINAR PURWOKERTO: Cybercrime � It Ethic, Regulation and Cyber Law
Seminar Nasional: Cybercrime � It Ethic, Regulation and Cyber Law
Tanggal: 1 Juni 2016
Tempat: Hotel Horison Purwokerto, Jl. Doktor Angka No. 71, Purwokerto
Biaya pendaftaran:
Dosen/Umum: Rp. 100.000
Pelajar/Mahasiswa: Rp. 60.000
On the Spot: Rp. 125.000
Seminar Nasional Cybercrime
Tema: Seminar Nasional: Cybercrime � It Ethic, Regulation and Cyber Law �Kejahatan Multimedia di Media Sosial�
Pembicara:
Prof. Dr. Ir. Marsudi Wahyu Kisworo (Rector ABFI Institute Perbanas)
Gidion Arif Setyawan, S.I.K., M.Hum (Kapolres Banyumas)
Fasilitas:
Sertifikat
Coffee break
Lunch
Seminar kit
===================
Pendaftaran:
Pendaftaran online melalui tinyurl.com/semnasbsipurwokerto2016
Transfer biaya pendaftaran ke No. Rek. BCA 3423013130 a.n. Yayasan Bina Sarana Informatika
Kirim bukti pembayaran via email ke fabriyan.fbf@bsi.ac.id
===================
Info dan kontak:
Telp.: 08976200054
PIN: 54145A9A
Tanggal: 1 Juni 2016
Tempat: Hotel Horison Purwokerto, Jl. Doktor Angka No. 71, Purwokerto
Biaya pendaftaran:
Dosen/Umum: Rp. 100.000
Pelajar/Mahasiswa: Rp. 60.000
On the Spot: Rp. 125.000
Seminar Nasional Cybercrime
Tema: Seminar Nasional: Cybercrime � It Ethic, Regulation and Cyber Law �Kejahatan Multimedia di Media Sosial�
Pembicara:
Prof. Dr. Ir. Marsudi Wahyu Kisworo (Rector ABFI Institute Perbanas)
Gidion Arif Setyawan, S.I.K., M.Hum (Kapolres Banyumas)
Fasilitas:
Sertifikat
Coffee break
Lunch
Seminar kit
===================
Pendaftaran:
Pendaftaran online melalui tinyurl.com/semnasbsipurwokerto2016
Transfer biaya pendaftaran ke No. Rek. BCA 3423013130 a.n. Yayasan Bina Sarana Informatika
Kirim bukti pembayaran via email ke fabriyan.fbf@bsi.ac.id
===================
Info dan kontak:
Telp.: 08976200054
PIN: 54145A9A
Sabtu, 16 April 2016
Wi-Fi, Bacanya Waifi atau Waifai ?
Wi-Fi, siapa yang tak kenal dengan yang satu ini? Wi-Fi adalah singakatan dari Wireless Fidelity. Ini merupakan jaringan tanpa kabel yang menggunakan satu atau banyak frekuensi tertentu. Selain untuk mengakses internet, wi-fi juga di gunakan untuk membuat jaringan tanpa kabel Awalnya Wi-Fi ditujukan untuk penggunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Area Lokal (LAN), namun seiring berjalannya waktu kini wifi dapat digunakan untuk mengakses internet.
Lantas, bagaimana cara membacanya? Waifi? Wifi? Atau Waifai?
Ini yang paling sering salah dalam pengucapan. Wi-Fi seyogyanya dibaca 'waifai', bukan waifi. Silakan cek di sini.
So, mulai sekarang Anda harus menghentikan kebiasaan mengucapkan waifi di mana pun Anda berada. Karena jika Anda bertemu dengan orang yang paham, bukankah akan membuat Anda malu?
Lantas, bagaimana cara membacanya? Waifi? Wifi? Atau Waifai?
Ini yang paling sering salah dalam pengucapan. Wi-Fi seyogyanya dibaca 'waifai', bukan waifi. Silakan cek di sini.
So, mulai sekarang Anda harus menghentikan kebiasaan mengucapkan waifi di mana pun Anda berada. Karena jika Anda bertemu dengan orang yang paham, bukankah akan membuat Anda malu?
Rabu, 06 April 2016
Terungkap, 4 Penyebab Mengapa Koneksi Wi-Fi Jadi 'Lemot'
Wi-Fi kini ada di tiap sudut di dunia. Tak sulit untuk mencari tempat dengan sinyal Wi-Fi terkandung di udaranya. Namun akan sangat menyebalkan jika ketika kita butuh koneksi Wi-Fi tersebut untuk mengirim dokumen yang penting, namun koneksinya justru 'lemot' yang tak tertolong. Kecepatan koneksi adalah hal paling utama dan paling penting bagi Wi-Fi. Hal ini pun bukan melulu masalah bandwith, karena seringkali Wi-Fi tetap lemot meskipun bandwith sudah kencang. Ternyata ada beberapa faktor teknis yang membuat Wi-fi jadi lemot, dan hal ini bisa memotong kecepatan koneksi hingga setengahnya. Berikut adalah beberapa hal teknis yang membuat Wi-Fi jadi lemot.
1. Posisi router
Banyak orang yang tidak terlalu mempedulikan pentingnya meletakkan spot yang baik untuk router Wi-Fi mereka. Padahal tidak pas sedikit saja perbedaannya sudah sangat besar.
Ternyata ketinggian tempat meletakkan router jadi hal yang cukup penting dalam kecepatan koneksi. Jika Anda meletakkan router di belakang barang-barang yang berserakan, hal tersebut dapat memperburuk sinyal Wi-Fi. Dengan meletakkannya di tempat yang lebih tinggi, memungkinkan gelombang radio untuk lebih luas pancarannya. Selain itu, hal ini menghindarkan sinyal dari halangan benda-benda di rumah.
Selain itu, beton, cor, atau metal adalah material yang sangat kuat untuk menghalau gelombang Wi-Fi, Jadi hindarkan meletakkan router Anda di area basement yang dikelilingi beton.
Terkait posisi, makin jauh Anda dari sumber Wi-Fi, maka sinyal akan makin lemah. Cobalah untuk mendekat ke router jika sinyal mulai lemah.
2. Penghalang nirkabel dan 'noise'
Anda mungkin tak pernah menyadari bahwa sinyal-sinyal nirkabel yang ada di sekitar kita jumlahnya cukup banyak. Alat elektronik, satelit, tower ponsel, Wi-Fi router dan masih banyak lagi.
Bahkan gelombang dari perangkat oven microwave yang ada di dapur kita bisa menghalangi jalannya sinyal Wi-Fi. Hal ini dikarenakan frekuensi oven microwave berjalan pada frekuensi 2.45 GHz, yang sangat dekat dengan 2.4 GHz Wi-Fi band pada beberapa router lawas. Hal ini bisa terjadi jika microwave oven di rumah Anda sudah menurun kualitasnya, dan pelindungnya sudah tak sebagus pertama kali digunakan.
Selain itu, Bluetooth juga beroperasi pada frekuensi 2.4GHz, jadi koneksi Bluetooth juga berpotensi mengganggu sinyal Wi-Fi. Bahkan, lampu LED seperti lampu natal juga dapat memancarkan gelombang elektromagnetik yang juga mengganggu sinyal Wi-Fi.
3. Tetangga
Kini hampir setiap rumah memiliki jaringan Wi-Fi sendiri. Hal ini bukannya baik, justru berpotensi terjadi 'overlap kanal.' Hal ini tak terlalu masalah jika tak terlalu banyak Wi-Fi router dalam satu daerah. Namun jika Anda tinggal di kos atau apartment yang memiliki satu router setiap ruangan, tentu ini bermasalah.
Hal ini disebabkan karena hanya ada 14 kanal dalam satu pancaran. Jika ada dua router yang yang memancarkan frekuensi di satu kanal dalam satu frekuensi, akan terjadi tabrakan frekuensi.
4. Jumlah pengguna
Sudah barang tentu jika satu koneksi digunakan oleh lebih banyak orang, lemot tak akan terhindarkan. Terlebih lagi koneksi digunakan untuk aktivitas internet berat seperti bermain game, atau streaming Netflix.
Selain itu, Mengunduh file-file yang besar juga berpengaruh pada kecepatan koneksi. Jika Anda lebih butuh browsing ketimbang mengunduh, coba tunda dulu unduhan Anda dan nikmati koneksi yang pasti lebih cepat.
Banyaknya jumlah orang yang memakai ternyata tak hanya mempengaruhi jumlah bandwith yang 'termakan,' namun juga mempengaruhi secara biologis. Mengapa? Karena manusia terdiri dari 60 persen air, dan air dapat memperlambat pancaran gelombang radio.
1. Posisi router
Banyak orang yang tidak terlalu mempedulikan pentingnya meletakkan spot yang baik untuk router Wi-Fi mereka. Padahal tidak pas sedikit saja perbedaannya sudah sangat besar.
Ternyata ketinggian tempat meletakkan router jadi hal yang cukup penting dalam kecepatan koneksi. Jika Anda meletakkan router di belakang barang-barang yang berserakan, hal tersebut dapat memperburuk sinyal Wi-Fi. Dengan meletakkannya di tempat yang lebih tinggi, memungkinkan gelombang radio untuk lebih luas pancarannya. Selain itu, hal ini menghindarkan sinyal dari halangan benda-benda di rumah.
Selain itu, beton, cor, atau metal adalah material yang sangat kuat untuk menghalau gelombang Wi-Fi, Jadi hindarkan meletakkan router Anda di area basement yang dikelilingi beton.
Terkait posisi, makin jauh Anda dari sumber Wi-Fi, maka sinyal akan makin lemah. Cobalah untuk mendekat ke router jika sinyal mulai lemah.
2. Penghalang nirkabel dan 'noise'
Anda mungkin tak pernah menyadari bahwa sinyal-sinyal nirkabel yang ada di sekitar kita jumlahnya cukup banyak. Alat elektronik, satelit, tower ponsel, Wi-Fi router dan masih banyak lagi.
Bahkan gelombang dari perangkat oven microwave yang ada di dapur kita bisa menghalangi jalannya sinyal Wi-Fi. Hal ini dikarenakan frekuensi oven microwave berjalan pada frekuensi 2.45 GHz, yang sangat dekat dengan 2.4 GHz Wi-Fi band pada beberapa router lawas. Hal ini bisa terjadi jika microwave oven di rumah Anda sudah menurun kualitasnya, dan pelindungnya sudah tak sebagus pertama kali digunakan.
Selain itu, Bluetooth juga beroperasi pada frekuensi 2.4GHz, jadi koneksi Bluetooth juga berpotensi mengganggu sinyal Wi-Fi. Bahkan, lampu LED seperti lampu natal juga dapat memancarkan gelombang elektromagnetik yang juga mengganggu sinyal Wi-Fi.
3. Tetangga
Kini hampir setiap rumah memiliki jaringan Wi-Fi sendiri. Hal ini bukannya baik, justru berpotensi terjadi 'overlap kanal.' Hal ini tak terlalu masalah jika tak terlalu banyak Wi-Fi router dalam satu daerah. Namun jika Anda tinggal di kos atau apartment yang memiliki satu router setiap ruangan, tentu ini bermasalah.
Hal ini disebabkan karena hanya ada 14 kanal dalam satu pancaran. Jika ada dua router yang yang memancarkan frekuensi di satu kanal dalam satu frekuensi, akan terjadi tabrakan frekuensi.
4. Jumlah pengguna
Sudah barang tentu jika satu koneksi digunakan oleh lebih banyak orang, lemot tak akan terhindarkan. Terlebih lagi koneksi digunakan untuk aktivitas internet berat seperti bermain game, atau streaming Netflix.
Selain itu, Mengunduh file-file yang besar juga berpengaruh pada kecepatan koneksi. Jika Anda lebih butuh browsing ketimbang mengunduh, coba tunda dulu unduhan Anda dan nikmati koneksi yang pasti lebih cepat.
Banyaknya jumlah orang yang memakai ternyata tak hanya mempengaruhi jumlah bandwith yang 'termakan,' namun juga mempengaruhi secara biologis. Mengapa? Karena manusia terdiri dari 60 persen air, dan air dapat memperlambat pancaran gelombang radio.
Langganan:
Postingan (Atom)




























